Google Translate

Google Translate
Arabic Korean Japanese Chinese Simplified Russian Portuguese
English French German Spain Italian Dutch

Kamis, 18 Maret 2010

Nyandu Facebook, di Toilet pun Update Status

Berapa kali dalam sehari Anda mengecek akun Facebook ataupun Twitter Anda? Sebuah survei menunjukkan bahwa kian banyak orang kecanduan situs jejaring sosial, bahkan di toilet pun asyik update status.

Dalam survei yang dilakukan Retrevo Inc, sebuah situs review dan belanja barang elektronik, terungkap bahwa banyak orang yang begitu getol untuk berbagi kabar di situs jejaring sosial.

Dikutip detikINET dari Techworld, Jumat (19/3/2010), dari 1000 responden di Amerika Serikat yang disurvei, 48 persen mengaku meng-update status di malam hari menjelang tidur atau sesegera mungkin setelah bangun tidur.

Sementara 9 persen responden di bawah usia 25 tahun mengaku meng-update status kapan saja saat mereka tiba-tiba terjaga dari tidur di malam hari. 11 persen responden di atas usia 25 tahun juga menuturkan hal yang sama.

Kecanduan update status ini telah menggeser rutinitas sehari-hari. Jika dulu hal pertama yang biasa dilakukan setelah bangun tidur adalah minum kopi, sarapan atau membaca koran, saat ini hal pertama yang dilakukan adalah eksis di Facebook atau Twitter.

Sekitar 42 persen responden mengaku hal pertama yang mereka lakukan di pagi hari adalah cek status, sedangkan 28 persen mengaku eksis di Facebook atau Twitter sebelum beranjak dari tempat tidur. 54 persen mengaku memperoleh berita dari situs jejaring.

Bahkan yang cukup menggelitik, sejumlah responden menuturkan tetap eksis di situs jejaring ketika sedang di toilet atau sedang berhubungan intim.

"Ini dapat menyebabkan kehidupan nyata mereka terganggu seiring semakin banyaknya waktu dan perhatian yang tersita untuk situs jejaring," ujar Andrew Eisner, Director of Community and Content Retrevo ( detik/faw / fyk )

Rabu, 17 Maret 2010

Film 'Obama Anak Menteng' Digarap 2011

Novel 'Obama Anak Menteng' karya Damien Dematra rencananya akan difilmkan awal 2011. Pemeran Presiden AS saat masih bocah ini pun sudah disiapkan.

"Rencana awal, April dan Mei ini mulai garap. Tapi karena Obama sudah datang bulan Maret, penggarapan filmnya saya tunda sekalian sampai awal tahun depan," kata Damien saat dihubungi detikcom, Rabu (17/3/2010).

Menurut Damien, penundaan ini juga terkait dengan rencana penggarapan film dari novelnya yang lain yaitu 'Anak Kampung' dan 'Demi Allah Saya Jadi Teroris'. Namun casting pemain untuk 'Obama Anak Menteng' tetap dilakukan.

"Kita sudah casting sejak Desember 2009. Para pemerannya sudah ada" kata dia.

Damien enggan mengungkapkan siapa yang bakal menyutradarai film ini. Namun, kata dia, pihak sponsor sudah siap. Sementara, untuk pemeran Obama sudah ada lima calon pemain. Semua sudah memenuhi kriteria, tinggal dipilih satu.

"Yang jelas bukan artis, anak baru semua. Salah satu anak adalah dari anggota dari grup musik Debu," pungkasnya.

(detik)

Minggu, 14 Maret 2010

Mengenal Lebih Dekat Papua Nugini

Papua Nugini, negeri tetangga yang berbatasan langsung dengan Papua terus mengejar ketertinggalan. Namun di tengah upaya untuk mensejajarkan diri dengan negara lain, kesederhanaan tetap tampak di negara bekas jajahan Australia ini.

Kesan sederhana tampak pertama kali saat kita mendarat di Bandara International Jackson Port Moresby. Bandara internasional satu-satunya milik Papua Nugini ini tak ubahnya seperti bandara di kawasan Timur Indonesia semisal Bandara di Ternate, Maluku. 

Sepanjang jalan di negeri yang berpenduduk kurang dari 2 juta ini, berjajar rumah-rumah sederhana yang berbentuk panggung dengan bahan baku utama kayu dan seng. Jalan utama kota Port Moresby, Ibukota Papua Nugini juga tak semulus jalan di kota Kabupaten Banyuwangi di Indonesia, misalnya. Jika jalanan di kota besar berwarna hitam mengkilat, maka di Port Moresby berwarna abu-abu keputihan.

Saat upacara penyambutan di bandara, didengarkan dentuman suara meriam tanda kehormatan kepada SBY. dan ternyata, meriam itu adalah pinjaman dari Indonesia. Tak cuma itu, metal detector yang dipakai di Crown Plaza Hotel dalam setiap acara SBY, juga dipinjamkan langsung dari Indonesia. Ada wacana, kedua alat itu akan disumbangkan ke Papua Nugini.

Saat Presiden SBY dan rombongan dari Indonesia lewat, warga di sepanjang jalan tampak girang melambaikan tangan, tak peduli tua muda atau pun anak-anak. Tak sedikit dari mereka yang tidak memakai alas kaki. 

Tak banyak dijumpai bangunan pemerintahan di negeri yang cuma memiliki 1.800 tentara dan polisi ini. Sepanjang kanan kiri jalan cuma didominasi oleh rumah-rumah warga, pertokoan sederhana dan gudang-gudang. Yang unik, semua bangunan di negeri ini memiliki pagar tinggi dengan kawat berduri di atasnya. Kenapa bisa seperti itu? "Di sini tingkat kriminalitasnya tinggi," kata Sutar, pegawai Konsulat Indonesia di Fenimo, Papua Nugini, Jumat (12/3/2010).

Sutar menjelaskan, tingkat pengangguran di negeri berbukit ini mencapai 60-90 persen dari total jumlah penduduk. Karena inilah, tingkat kriminalitas sangat tinggi. Hal ini diperparah dengan jumlah aparat keamanan yang setara dengan 3 batalyon saja.

Tak ada restoran mewah atau pun mal di negeri ini. Yang ada cuma toko-toko kelontong atau mini market sederhana yang menjual kebutuhan sehari-hari. Yang unik, di mini market yang detikcom sambangi, di mana-mana terdapat peringatan bahwa mini market tersebut dilengkapi dengan video CCTV dan peringatan agar warga tidak mengambil barang dagangan tanpa bayar. Ada juga peringatan untuk tidak meninggalkan barang berharga di tempat penitipan barang. 

Di malam hari, jarang sekali pendatang yang keluar kamar hotel. Kondisi kota yang agak gelap karena tak banyak lampu di jalanan membuat kota ini makin rawan terjadinya kriminalitas.

Setidaknya ada 3 hotel besar di Papua Nugini, yakni Crown Plaza Hotel, Quality Hotel dan Airways Hotel. Ketiga hotel ini milik orang Australia. Para tamu hotel tersebut pun didominsi oleh orang-orang asing yang sedang bisnis tambang, gas, serta kekayaan alam Papua Nugini lainnya. 

Australia mendominasi denyut nadi bisnis di Papua Nugini. Selain di bidang pariwisata dan tambang, Australia juga menancapkan bisnis di bidang teknologi. Perusahaan seluler terbesar di Papua Nugini, Digitec, adalah milik Pengusaha Australia. Dan masih banyak lagi bidang-bidang lain yang dikuasai oleh negeri kanguru.

Papua Nugini memiliki tiga bahasa utama yang digunakan untuk percakapan sehari-hari, yakni bahasa Nuigini, Inggris dan Portugis. Apa bedanya bahasa Papua Nugini dengan Papua? "Kalau kami cuma punya satu bahasa asli, sementara Papua punya banyak sekali bahasa daerah," kata salah seorang petugas Quality Hotel tempat kami menginap. Menurut karyawan hotel tersebut, bahasa Inggris banyak dikuasai oleh Masyarakat Papua Nugini. Hal ini wajar karena negara penjajahnya, Australia juga menggunakan bahasa Inggris.

Jika kita bertandang ke Papua Nugini, ada beberapa produk Indonesia yang juga diminati. Di antaranya adalah Indomie dan Aqua. Satu botol Aqua ukuran sedang, dijual seharga 6 Kina (mata uang Papua Nugini) atau sekitar Rp 18.000 (1 Kina: Rp 3.000). Harga barang-barang di negara panas bersuhu sekitar 40 derajat celsius tersebut tak jauh beda dengan di Australia, sama-sama mahal. Sedangkan nama Indomie ditambah dengan embel-embel makanan khas setempat, sehingga menjadi Indomie Karuyuk. Karuyuk adalah makanan khas Papua Nugini berbahan dasar ayam.  

Negara yang merdeka tahun 1975 ini terus berbenah. Demi mengejar ketertinggalan, berbagai kerjasama dengan negara asing terus dilakukan, termasuk dengan Indonesia.

"Kami senang dengan kehadiran Presiden SBY dan rombongan ke negeri kami. Kami pastikan, kerjasama dengan Indonesia tak cuma dalam bidang pertanian saja, melainkan Industri, pertahanan dan lain sebagainya," kata PM Michael Somare saat jumpa pers usai menggelar pertemuan bilateral dengan SBY.
(detik/anw/anw)

Jumat, 12 Maret 2010

7 Orang Indonesia Dalam Daftar 1.000 Orang Terkaya Dunia

Sejumlah nama-nama dari Indonesia mejeng dalam daftar 1.000 orang terkaya dunia versi Majalah Forbes. Namun nama-nama yang masuk dalam daftar tersebut tidak lah terlalu mengejutkan dan biasa wara-wiri dalam daftar orang-orang terkaya.

Dalam daftar 500 orang terkaya dunia, Indonesia hanya menempatkan 4 wakilnya. Satu nama yakni Sukanto Tanoto keluar dari daftar 500 orang terkaya dunia di tahun 2010. Pada tahun 2009 lalu, Sukanto Tanoto menempati posisi 450 dengan kekayaan mencapai US$ 1,6 miliar.

Sementara dalam daftar 1.000 orang terkaya di dunia, secara total Indonesia menempatkan 7 wakilnya. Perwakilan Indonesia dalam jajaran orang-orang terkaya di dunia versi majalah Forbes yang dikutip detikFinance, Kamis (11/3/2010) adalah:
Michael Hartono, posisi 258 (70 tahun) US$ 3,5 Miliar
R Budi Hartono, posisi 258 (69 tahun) US$ 3,5 Miliar
Martua Sitorus, posisi 316 (50 tahun) US$ 3 Miliar
Peter Sondakh, posisi 437 (58 tahun) US$ 2,2 Miliar.
Sukanto Tanoto, posisi 536 (60 tahun), US$ 1,9 Miliar
Low Tuck Kwong, posisi 828 (61 tahun), US$ 1,2 Miliar
Chairul Tanjung, posisi 937 (47 Tahun), US$ 1 Miliar.
Michael Hartono dan Budi Hartono merupakan bersaudara pendiri perusahaan rokok Djarum. Michael tercatat memiliki 49% saham di Djarum, sementara 51% dikuasai Budi.

Grup Djarum kini juga menguasai mayoritas saham di BCA, bank dengan nasabah terbesar di Indonesia. Keduanya juga menguasai Grand Indonesia, sebuah pertokoan mewah di jantung kota Jakarta.

Sedangkan Martua Sitorus merupakan pemilik perusahaan sawit Wilmar International. Martua membeli perkebunan sawit pertamanya pada tahun 1994. Setahun kemudian, ia mendirikan Wilmar International dengan keponakannya, Robert Kuok yang juga masuk dalam jajaran orang terkaya dunia.

Merger antara Wilmar dengan kebun sekaligus agribisnis Kuok menghantarkan perusahaan tersebut sebagai salah satu yang terbesar di Asia. Sebagai Chief Operationg Officer, Martua masih memiliki 10% saham di perusahaan yang harga sahamnya telah melonjak hingga dua kali lipat dalam beberapa tahun terakhir.

Sementara Peter Sondakh yang merupakan pemilik konglomerasi Grup Rajawali berhasil mencetak kekayaan US$ 2,2 miliar. Ia berhasil meraup US$ 350 juta dari penjualan Bentoel kepada British American Tobacco pada Juni tahun lalu.

Ia juga menjual sahamnya di Excelcomindo Pratama (XL Axiata) pada tahun 2007 dengan hasl mencapai US$ 400 juta. Grup Rajawali saat ini tercatat masih menguasai saham di Semen Gresik.

Kelompok usaha ini pada Januari lalu memberikan US$ 20,5 juta ke Harvard untuk mendanai lembaga pendidikan baru di Asia dan program baru di Indonesia.

Low Tuck Kwong merupakan pemilik dari perusahaan batubara Bayan Resources. Bapak dua anak ini membeli perusahaan tambang pertamanya pada tahun 1997, lima tahun setelah menjadi Warga Negara Indonesia.

Kwong yang merupakan pecinta binatang itu juga tercatat memiliki saham di Manhattan Resources.

Sedangkan Sukanto Tanoto adalah pemilik konglomerasi RGM (Raja Garuda Mas) dengan gurita bisnis mulai dari kertas hingga CPO.

Siapa tak kenal Chairul Tanjung. Pemilik Para Group ini semakin menggurita bisnisnya dari stasiun televisi, bank hingga waralaba. Tahun lalu ia bergabung dengan Wapres Jusuf Kalla membuat studio di Makassar.

Nama-nama tersebut memang sedikit kejutan karena berbeda dengan daftar 40 orang terkaya Indonesia tahun 2009 versi Forbes yang dirilis, Kamis (3/12/2009) lalu.

1. R. Budi & Michael Hartono US$ 7 miliar
2. Martua Sitorus US$ 3 miliar
3. Susilo Wonowidjojo US$ 2,6 miliar
4. Aburizal Bakrie US$ 2,5 miliar
5. Eka Tjipta Widjaja U$S 2,4 miliar
6. Peter Sondakh US$ 2,1 miliar
7. Putera Sampoerna US$ 2 miliar
8. Sukanto Tanoto US$ 1,9 miliar
9. Anthoni Salim US$ 1,4 miliar
10. Soegiharto Sosrodjojo US$ 1,2 miliar
11. Low Tuck Kwong US$ 1,18 miliar
12. Eddy William Katuari US$ 1,1 miliar
13. Chairul Tanjung US$ 99 juta
14. Garibaldi Thohir US$ 930 juta
15. Theodore Rachmat US$ 900 juta
16. Edwin Soeryadjaya US$ 800 juta
17. Trihatma Haliman US$ 750 juta
18. Ciliandra Fangiono US$ 710 juta
19. Arifin Panigoro US$ 650 juta
20. Murdaya Poo US$ 600 juta
21. Hashim Djojohadikusumo US$ 500 juta
22. Kusnan & Rusdi Kirana US$ 480 juta
23. Prajogo Pangestu US$ 475 juta
24. Harjo Sutanto US$ 470 juta
25. Mochtar Riady US$ 440 juta
26. Eka Tjandranegara US$ 430 juta
27. Ciputra US$ 420 juta
28. Hary Tanoesoedibjo US$ 410 juta
29. Sandiaga Uno US$ 400 juta
30. Boenjamin Setiawan US$ 395 juta
31. Alim Markus US$ 350 juta
32. Aksa Mahmud US$ 330 juta
33. Sutanto Djuhar US$ 325 juta
34. Kartini Muljadi US$ 320 juta
35. Soegiarto Adikoesoemo US$ 300 juta
36. George Santosa Tahija & Sjakon George Tahija US$ 290
37. Paulus Tumewu US$ 280 juta
38. Husain Djojonegoro US$260 juta.
39. Bachtiar Karim US$ 250 juta.
  40. Kris Wiluan US$ 240 juta. (detik/qom/dnl)

Pelayat Dulmatin Heboh Lihat Lafal Allah di Langit

Di tengah prosesi pemakaman, pelayat Dulmatin tercengang. Beberapa kali, awan seolah membentuk lafal Allah.

Iring-iringan pelayat berhenti di perempatan, 100 meter Masjid Besar tempat jenazah disemayamkan, Jumat (12/3/2010). Sejumlah pelayat meneriakkan takbir sambil menunjuk langit.

Di langit, awan membentuk lafal Allah. Jelas dan cukup besar. Warga yang menyaksikan itu tampak sangat tercengang. Mereka turut menunjuk langit demi menarik perhatian warga lainnya.

Dalam hitungan detik, awan itu bergeser dan tak membentuk apa pun. Iring-iringan jenazah pun melanjutkan perjalanan ke Makam Dowo, Desa Loning, Petarukan.

Lafal Allah kembali muncul saat jenasah hendak dimasukkan ke liang lahat. Tapi pelayat tak sekaget seperti sebelumnya. Lalu, ketika prosesi pemakaman usai, di langit juga terlihat awan yang membentuk huruf Allah. Kali ini, sebagian pelayat

"Allahu Akbar," teriak simpatisan Dulmatin berulang kali sambil menunjuk langit di arah tenggara itu. Warga yang hadir, ikut menunjuk langit dengan mimik seperti tak percaya.
(detik/try/djo)

Rabu, 10 Maret 2010

Tertutup, Peluang Indonesia Jadi Tuan Rumah Piala Dunia 2022

Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) dikabarkan telah mencoret keikutsertaan Indonesia dalam bidding tuan rumah Piala Dunia 2022. Hal itu diakui Sekjen PSSI, Nugraha Besoes.

Menurut Nugraha, ia sudah mendengar tentang kabar menyedihkan itu. Nugraha mengungkapkan, PSSI telah berusaha maksimal untuk menyelesaikan berbagai persyaratan yang diajukan dalam proses pengajuan bidding tuan rumah Piala Dunia.

''Saya sudah mendengar informasi itu. Sekarang kami hanya menunggu sikap pasti dari FIFA. PSSI sudah berusaha semaksimal mungkin meloloskan proses bidding Piala Dunia 2022,'' ujar Nugraha, Rabu (10/3).

Nugraha mennambahkan, pencoretan Indonesia dari bidding Piala Dunia 2022 disebabkan ada beberapa persyaratan keikutsertaan yang belum terpenuhi hingga batas yang ditetapkan FIFA berakhir pada 9 Februari.

Tidak adanya jaminan dari pemerintah kemungkinan besar menjadi salah satu alasan pencoretan Indonesia dari bidding tuan rumah Piala Dunia. Jaminan dari pemerintah ini merupakan salah satu syarat yang wajib dipenuhi negara yang ingin menjadi tuan rumah.

Indonesia sudah masuk 14 dari 19 tahap yang harus dijalani. Setelah menyerahkan dukungan dari pemerintah pada 9 Februari lalu, dilanjutkan assessment 14 Mei mendatang. Keputusan siapa yang menjadi tuan rumah ditentukan pada akhir tahun ini.(republika)

Selasa, 09 Maret 2010

Disusupi Virus, Ponsel Bisa Jadi Alat Menguping

Meski sudah semakin canggih, ponsel sama seperti komputer dapat pula memiliki celah-celah di sistemnya yang dapat disusupi program jahat. Dalam sebuah percobaan misalnya, ponsel yang diinfeksi virus dapat menjadi alat menguping. Tak disangka bukan?

Ya, inilah hasil pengujian yang dipimpin oleh peneliti Liviu Iftode dan Vinod Ganapathy dari Rutgers University School of Arts & Sciences. Mereka sengaja menyerang sebuah smartphone dengan virus untuk mengubahnya menjadi alat mata-mata.

Setelah terinfeksi, ponsel ini diklaim dapat menjadi alat menguping, melacak lokasi si user, hingga membuat baterai di ponsel tersebut bocor sehingga tak bisa digunakan.  

Jadi ketika Anda melakukan sebuah rapat dan menenteng ponsel yang sudah dibobol tersebut, maka secara tidak disadari ponsel itu akan menguping percakapan Anda dalam rapat, demikian dikutip detikINET dari Times of India, Selasa (9/3/2010). 

Ganapathy mengatakan, saat ini smartphone sudah seperti komputer berjalan. Mereka sudah menggunakan sistem operasi layaknya komputer desktop dan notebook. Hanya saja, efek negatif dari komputer juga ikut terbawa smartphone, yakni bisa diserang malware (program jahat).

Bahkan, ancaman serangan di smartphone bisa lebih berbahaya ketimbang di komputer. Sebab, si pengguna membawa perangkat komunikasinya tersebut kemana pun dia pergi. Sehingga akan sangat berbahaya ketika alat kepercayaannya itu menjadi korban mata-mata. ( detik/ash / faw )

Sabtu, 06 Maret 2010

Mesir Dirikan Organisasi untuk Suami Yang Dicerai Istri

Cukup unik organisasi yang baru dibentuk di Mesir ini. Sejumlah pria mendirikan sebuah organisasi yang ditujukan untuk melindungi mereka dari 'tirani' perempuan. Organisasi ini diperuntukkan bagi para suami yang diceraikan istrinya.

Keberadaan organisasi ini menyusul dikeluarkannya UU Perceraian Tanpa Syarat (Khol'a) tahun 2000 yang memungkinkan istri menceraikan suaminya jika suami melepaskan hak-hak finansialnya, demikian dilansir Kippreport, Kamis (10/12/2009).

"Undang-undang perceraian tanpa syarat (Khol'a) telah menjadi pedang yang tergantung di atas kepada laki-laki. Sekarang lelaki menjadi satu-satunya pihak yang membutuhkan organisasi untuk melawan tirani perempuan atas hak mereka (laki-laki)," ujar pendiri Organisasi Suami yang Diceraikan Istri, Abdul-Rahman Hamed.

Hamed menambahkan, lelaki telah kehilangan jati dirinya karena UU tersebut. Dijelaskan Hamed, di masa lalu, seorang lelaki selalu lebih unggul. Sekarang perempuan dapat bertindak sebagai rekannya. Ketika seorang suami mengancam akan menceraikan istrinya, maka sekarang perempuan pun dapat melakukan hal yang sama. "Bisa jadi para perempuan menceraikan suaminya tanpa sepengetahuan suami," jelasnya.

Tidak disangka, hingga kini 1.000 pria telah bergabung dalam organisasi tersebut. Beberapa di antaranya, lanjut Hamed, adalah selebriti.

"Banyak anggota kita adalah publik figur tetapi saya tidak dapat menyebutkan nama mereka. Ada juga laki-laki dari beberapa profesi, seperti dokter, insinyur, pengusaha, aktivis HAM," ucapnya.

(detik/amd/iy)

Kamis, 04 Maret 2010

Pidato Lengkap SBY Tanggapi Paripurna DPR Soal Century

Sesuai janjinya, Presiden SBY menyampaikan tanggapan atas hasil paripurna DPR terkait kasus Bank Century. Presiden SBY menyampaikan pidatonya dengan tegas, menjelaskan keputusan bailout Century hingga menanggapi hasil Pansus DPR. 

Presiden SBY memulai pidatonya pukul 20.00 WIB, Kamis (4/3/2010) di Istana Merdeka, Jakarta Pusat. Presiden SBY menyelesaikan pidatonya dalam waktu 35 menit. Turut hadir dalam acara penyampaian pidato SBY itu, antara lain Wapres Boediono, Ibu Ani Yudhoyono dan seluruh Menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II. 

Berikut pidato SBY selengkapnya: 

Bismillahirrahmanir rahim

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Salam sejahtera bagi kita semua

Saudara-saudara sebangsa dan setanah air yang saya cintai dan saya banggakan

Malam ini izinkan saya untuk kembali hadir di hadapan seluruh rakyat Indonesia. Kemarin malam kita semua sudah mendengar hasil akhir dari Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia terkait telah selesainya pelaksanaan Hak Angket Bank Century. 

Sehubungan dengan itu saya memutuskan untuk berbicara langsung kepada seluruh rakyat Indonesia selaku pemilik utama kedaulatan di negeri ini. Ketika DPR sudah memutuskan hasil hak angket tersebut, pada tempatnyalah saya baik selaku Kepala Negara maupun dalam kapasitas saya selaku Kepala Pemerintahan menyampaikan pandangan atas persoalan Bank Century. 

Saya sangat menghormati proses politik yang telah berjalan di DPR. Saya mengikuti dengan cermat semua dinamika yang terjadi di dalam maupun di luar Gedung DPR. Apa pun pandangan kita mengenai dinamika itu, saya memiliki pandangan yang kuat bahwa semua proses politik yang demokratis jauh dari kekerasan, beretika dan bermartabat haruslah kita tumbuhkan untuk menghasilkan keputusan yang membawa manfaat bagi bagian terbanyak dari rakyat Indonesia. 

Malam ini saya berdiri di sini pertama-tama untuk memberikan tanggapan kepada seluruh proses dan hasil keputusan di tingkat Pansus maupun DPR. Kita perlu mencermati dengan seksama proses itu dan melihatnya sebagai bagian dari perkembangan, pertumbuhan dan pembelajaran demokrasi, yang kian hari kian dituntut untuk memenuhi tidak saja prinsip-prinsip rule of law, namun juga rule of reason. Yaitu, demokrasi berdasarkan hukum dan akal sehat. Yaitu demokrasi yang tidak saja merayakan kebebasan dan kemerdekaan, namun demokrasi yang juga menghormati hukum dan ketertiban. Dengan kata lain, sesungguhnya kita menghendaki tumbuhnya sebuah demokrasi yang lebih sejati, lebih bermakna dan lebih bermartabat sebagaimana yang kita cita-citakan melalui gerakan reformasi sejak 1998. 

Saya percaya karena pengalaman kita yang pahit di masa lampau, kita tidak ingin gagal dalam bersama-sama membangun demokrasi yang seperti itu. Tanah air kita tidak boleh, sekali lagi tidak boleh, jadi ajang konflik-konflik sosial-politik yang akhirnya meledakkan kekerasan. Demokrasi bukanlah pameran adu kekuatan, baik kekuatan
senjata, massa, ataupun harta.

Saudara-saudara

Saya berkewajiban menyampaikan pandangan tidak saja untuk mengajak seluruh rakyat Indonesia melihat masalah ini dengan utuh, jernih, dan objektif, namun juga sebagai bagian dari ikhtiar membangun tradisi demokrasi dan berpemerintahan yang bersih dan baik yang kesemuanya ditujukan untuk menghadirkan kesejahteraan dan keadilan yang sejati.

Dalam konteks seperti itulah, pidato ini saya sampaikan. Kita ingin semua pandangan yang beragam, baik yang pro maupun yang kontra, dapat diletakkan dalam argumentasi yang tidak saja berdasarkan fakta, namun juga sepenuhnya disandarkan kepada tanggung jawab untuk mengungkap kebenaran dan keadilan yang sejati di hadapan rakyat Indonesia. Adalah tugas dan kewajiban saya untuk memberikan pandangan bahwa yang benar harus kita katakan benar dan yang salah harus kita katakan salah, Yang benar harus mendapatkan apresiasi yang salah wajib menerima sanksi. 

Saudara-saudara

Berangkat dari niat untuk mencari kebenaran yang utuh dan hakiki itulah, saya menyambut baik dan mendorong dilakukannya penyelidikan yang setuntas-tuntasnya atas kebijakan penyelamatan Bank Century. Apalagi ketika itu berkembang pandangan yang didasarkan kepada syak wasangka bahwa terdapat aliran dana Century kepada sejumlah orang dan atau organisasi tertentu yang tentu saja hal itu tidak boleh terjadi. Karenanya tanpa ada keraguan sedikitpun, saya mendorong agar penyelidikan terhadap penyelamatan Bank Century dilakukan secara transparan. Saya berkeyakinan bahwa dengan membuat penyelidikan Century terang benderang di depan publik, rakyat Indonesia akan melihat kebenaran yang seutuhnya. 

Kebutuhan untuk membuat kebenaran itu terbuka di depan publik adalah sesuatu yang maha penting. Tidak saja untuk membela mereka yang memiliki integritas dan kredibilitas, tidak hanya demi sebuah reputasi pribadi maupun politik, namun di atas semua itu: "untuk kebenaran itu sendiri". Kebenaran memiliki hakikatnya sendiri yang tidak pernah berubah hanya karena definisi atau tafsir politik. 

Saudara-saudara sebangsa dan setanah air

Saya bersyukur dengan kerja Panitia Angket DPR, kebenaran sejati itu telah terungkap. Berdasarkan keterangan resmi lembaga negara yang berwenang, termasuk Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dan Bank Indonesia yang disampaikan di depan sidang-sidang Panitia Angket, jelas-jelas ditegaskan bahwa tuduhan adanya penyertaan modal sementara kepada Bank Century telah disalahgunakan untuk menyokong tim kampanye pasangan Capres-cawapres tertentu "nyata-nyata tidak terbukti" dan memang tidak pernah ada. 

Hasil penyelidikan itu juga mengenyampingkan semua tuduhan bahwa seolah penyelamatan Bank Century merupakan kedok semata untuk mengalirkan uang kepada Partai Politik tertentu dan sejumlah nama lainnya. Semua itu juga 'nyata-nyata tidak terbukti' dan memang tidak pernah ada. Hal ini perlu dinyatakan secara tegas dan nyaring, agar tidak siapa pun dari kita, apa pun latar belakang politik dan asal partainya, boleh dibiarkan mendapatkan penistaan karena nama baiknya dicemarkan secara sewenang-wenang dengan maksud dan niat politik yang buruk, yaitu merusakkan reputasi diri, keluarga, dan institusinya. 

Penegasan ini sangatlah penting untuk dinyatakan secara terang-benderang agar pada akhirnya rakyat dapat membedakan secara jelas mana yang fakta dan mana yang fiksi, mana yang benar dan mana yang bathil.

Ke depan, kita harus menghentikan praktik-praktik buruk yang penuh prasangka jahat demikian. Kehidupan bermasyarakat dan berbangsa memerlukan pertalian sosial yang merupakan modal untuk kerja bersama di segala bidang. Modal sosial itu kuat apabila kita membangun sikap saling percaya mempercayai dan sikap saling hormat menghormati. Modal sosial itu melemah apabila kita hidup dengan dasar saling mencurigai, apalagi saling memfitnah. 

Saudara-saudara sebangsa dan setanah air

Saya menyadari menjelaskan persoalan Bank Century ini bukanlah persoalan yang mudah. 

Pertama, karena di dalam persoalan itu terdapat segi-segi teknis perbankan yang merupakan bidang yang masih asing bagi kebanyakan kita. 

Kedua, karena kita tidak dapat sepenuhnya kembali merasakan suasana menjelang akhir tahun 2008 ketika kasus Bank Century itu muncul ke permukaan. Sekarang ini perekonomian Indonesia jauh dari ancaman krisis seperti yang terjadi waktu itu. Bahkan banyak di antara kita yang sekarang lupa bahwa di waktu itu pernah ada ancaman krisis global yang serius. 

Oleh sebab itu, dalam kesempatan yang sangat penting ini saya ingin mengingatkan bahwa kebijakan penyelamatan Bank Century adalah kebijakan yang diambil dalam masa sulit di tengah-tengah puncak krisis ekonomi yang melanda dunia di akhir tahun 2008. Pastilah berbeda pengambilan keputusan di masa normal dibandingkan pengambilan keputusan di masa krisis. Kita semua memahami bahwa dalam kondisi krisis, setiap keputusan yang diambil pastilah sulit. Dalam masa krisis, informasi tidak selalu lengkap, bahkan amat sering terus berubah dan bergerak. Pilihan-pilihan yang tersedia juga tidak selalu mudah. Namun, pilihan dan keputusan harus diambil agar situasi tidak semakin memburuk. 

Kondisi yang gawat ketika itu mempunyai indikator-indikatior yang jelas. Harga saham anjlok 50 persen. Rupiah mengalami depresiasi 30% lebih menjadi Rp 12.100 untuk satu dollar Amerika Serikat, angka yang terendah sejak krisis di tahun 1997 dan 1998. Cadangan devisa turun 12% menjadi sekitar US$ 50 miliar. 

Lebih jauh, pemberitaan media cetak dan elektronik waktu itu menggambarkan bagaimana seluruh dunia merasakan hantaman gelombang tsunami ekonomi itu. Tidak mengherankan apabila di bulan November 2008, para anggota DPR - di antaranya ada yang duduk kembali dalam Dewan yang sekarang - menyuarakan kecemasan mereka terhadap ancaman krisis global. Sesuai dengan harapan para anggota Dewan ketika itu, Pemerintah Indonesia mengambil langkah-langkah yang cepat dan strategis. Di antaranya dengan menerbitkan tiga Peraturan Pemerintah Pengganti Undang- undang (Perpu) untuk menghadapi krisis. Sesuai dengan UUD 1945, penerbitan Perpu adalah karena adanya 'kegentingan yang memaksa'.

Alhamdulillah DPR-pun sependapat dengan pemerintah. Ini tercermin dengan sikap DPR untuk menyetujui Perpu perbaikan peraturan di bidang keuangan dan perbankan. Itu maknanya DPR-pun mengakui adanya krisis, adanya kegentingan, yang tentunya memerlukan pengambilan keputusan di masa krisis, bukan pengambilan keputusan di masa normal-normal saja. 

Adanya persepsi yang sama antara DPR dan Pemerintah itulah yang sekarang dilupakan. Sekarang, sepertinya sebab-sebab yang melatar-belakangi tindakan terhadap Bank Century menjadi kabur. 

Saudara-saudara sebangsa dan setanah air

Sayang sekali bahwa dalam proses perdebatan yang berlangsung selama bekerjanya Panitia Hak Angket, sering dilupakan detik-detik sulit ketika keputusan penyelamatan Bank Century dilakukan. Sering dilupakan pula bahwa tanah air kita beruntung, karena Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) telah terbentuk yang dipimpin oleh Dr. Sri Mulyani Indrawati dan Prof. Dr. Boediono, dua putra bangsa, yang rekam-jejaknya tidak sedikit pun meninggal- kan catatan buruk terkait dengan kompetensi, kredibiltas, dan integritas pribadinya. 

Pada saat keputusan tentang penyelamatan Bank Century ditetapkan, saya sendiri pada waktu yang sama sedang menjalankan tugas kenegaraan di luar negeri, yaitu menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi G-20 di Amerika Serikat, serta APEC Summit di Peru. Dua pertemuan itu sangat penting, karena para pemimpin dunia bertemu, termasuk Indonesia, untuk bersama-sama mengatasi krisis perekonomian global yang mencemaskan itu. 

Dari informasi serta keterangan yang kemudian kita ketahui bersama, keputusan penyelamatan Bank Century adalah pilihan terbaik yang ada pada saat itu. Pilihan yang tersisa hanya ada dua: menutup Bank Century atau menyelamatkannya. KSSK melalui rapat maraton beberapa hari sebelumnya hingga yang terakhir di tengah malam hingga dini hari pada tanggal 21 November 2008, akhirnya memutuskan untuk menyelamatkan Bank Century. Maka dikucurkanlah dana penyertaan modal sementara yang berjumlah Rp 6,7 triliun.

Perlu kita ingat kembali, hari-hari itu situasi Jakarta penuh dengan rumor dan spekulasi mengenai bakal terjadinya krisis berantai di bidang perbankan. Pengalaman di banyak negara, termasuk di Indonesia sendiri tahun 1998, terjadinya krisis kepercayaan yang
bergerak cepat dan meluas terhadap kesehatan perbankan dapat benar-benar menjadi pemicu krisis yang sesungguhnya. 
 
Sekali lagi di saat pengambilan keputusan itu saya sedang berada di luar negeri. Saya memang tidak dimintai keputusan dan arahan. Saya juga tidak memberikan instruksi atas pengambilan kebijakan tentang ihwal itu - antara lain karena pengambilan keputusan KSSK berdasarkan Perpu Nomor 4 Tahun 2008, memang tidak memerlukan keterlibatan Presiden. Meskipun demikian, saya dapat memahami mengapa keputusan penyelamatan itu dilakukan. Tidak cukup hanya memahami, saya pun membenarkan kebijakan penyelamatan Bank Century tersebut. 

Dengan keyakinan yang kuat bahwa krisis benar-benar terjadi, saya percaya bahwa siapapun yang berkewajiban mengambil keputusan pada saat itu pasti akan melakukan hal yang sama. Siapa saja berkewajiban untuk memadamkan sekecil apa pun api yang dapat jadi pemicu kebakaran yang akan melumpuhkan dunia perbankan. Dan kita tahu sekarang ini dunia perbankan bukanlah hanya milik para bankir. Dunia perbankan berkaitan erat dengan kehidupan sosial ekonomi rakyat, seperti pedagang kecil, petani, pegawai, bahkan pensiunan, penata-laksana rumah tangga, dan mahasiswa. 

Oleh karena itu, atas kebijakan yang diperlukan untuk menyelamatkan tidak hanya Bank Century, namun penyelamatan sistem perbankan nasional, bahkan menyelamatkan perekonomian nasional dari krisis ekonomi global, saya tanpa ragu sedikitpun menegaskan bahwa kebijakan menyelamatkan Bank Century dapat dipertanggungjawabkan. Sebagai pemimpin negara, saya berkewajiban menghindarkan perekonomian nasional dari krisis baru yang berbahaya sebagaimana pernah terjadi di tahun 1997-1998. 

Untuk mencegah berulangnya pengalaman buruk lebih dari sepuluh tahun lalu itu pada akhir Oktober 2008, saya telah memberikan arahan dan direktif untuk menyelamatkan perekonomian Indonesia dari krisis global sambil memelihara pertumbuhan ekonomi. Alhamdulillah, berkat kebersamaan dan kerja keras kita, kedua sasaran itu dapat kita capai. 

Di samping itu, guna melindungi kehidupan rakyat kita, terutama masyarakat miskin atau berpenghasilan rendah, selaku Presiden saya juga menginstruksikan dan menjalankan tujuh prioritas pengelolaan ekonomi di kala krisis, yaitu mengatasi dan mencegah bertambahnya pengangguran, menjaga pergerakan sektor riil, mencegah kenaikan harga-harga atau inflasi, menjaga daya beli masyarakat, terus membantu dan melindungi rakyat miskin, menjaga ketersediaan dan keterjangkauan komoditas pangan dan energi, serta berupaya sekuat tenaga untuk tetap menjaga agar ekonomi kita tetap tumbuh.

Dalam kaitan ini semua, kebijakan terhadap Bank Century sesungguhnya kita letakkan sebagai bagian dari upaya menyelamatkan perekonomian kita dari krisis. 

Saudara-saudara

Yang sering tidak dibahas secara utuh adalah: jikalaupun saat itu Bank Century diputuskan untuk ditutup, maka berdasarkan informasi pada saat itu dana yang harus disediakan adalah Rp 4,9 triliun. Dana sebesar itu adalah perkiraan minimal, karena digunakan hanya untuk mengembalikan dana kepada nasabah yang simpanannya hingga Rp 2 miliar. Itulah jumlah simpanan maksimal yang dijamin pemerintah.

Saudara-saudara sebangsa dan setanah air

Adalah sangat penting untuk kita ketahui bahwa sejak awal kebijakan untuk menyelamatkan Bank Century di akhir 2008, sepenuhnya dilakukan dengan maksud baik, dengan niat baik, serta dengan tujuan yang baik pula. Semua langkah kebijakan terkait dengan Bank Century dilakukan dengan mempertimbangkan semua opsi yang tersedia, diputuskan dengan cepat dan tepat tanpa sedikitpun mengabaikan prinsip kehati-hatian.

Atas dasar pengalaman penanganan krisis ekonomi tahun 1997-1998, apa yang dilakukan pemerintah dapat dijelaskan sebagai berikut :

 Pertama, protokol proses penanganan krisis di tahun 2008 lebih jelas dengan menggunakan dasar hukum Perpu Nomor 4 tahun 2008. Ini sebuah kemajuan, karena pada krisis tahun 1998, kita tidak punya dasar hukum yang jelas untuk penanganan krisis ekonomi.

Kedua, proses pengambilan keputusan di tahun 2008 jauh lebih terbuka dan akuntabel dibandingkan pengambilan keputusan di tahun 1998. Dokumentasi risalah rapat KSSK dibuat jauh lebih rapi. Bahkan rapat pengambilan keputusan itu direkam dengan video gambar serta suara. 

Ketiga, penanganan krisis di tahun 2008 dilakukan secara mandiri dibandingkan dengan tahun 1998 yang sangat melibatkan IMF. 

Keempat, sumber dana talangan di tahun 1998 sepenuhnya merupakan keuangan negara dari Bank Indonesia. Ini kita perbaiki. Di tahun 2008 sudah terbangun sistem di mana industri perbankan dapat menyelamatkan sendiri suatu bank yang bermasalah. Caranya melalui Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS). Mayoritas dana LPS berasal dari premi penjaminan yang dikumpulkan bank-bank itu sendiri.

Kelima, dengan sistem itu, dana Rp 6,7 triliun penyelamatan Bank Century di tahun 2008 belum dapat dikatakan sebagai kerugian Negara. Uang sebesar itu adalah investasi atau penyertaan modal sementara yang diharapkan kelak dapat dikembalikan.

Ini juga koreksi atas kebijakan tahun 1998. Di waktu itu dana penanganan krisis perbankan sebesar Rp 656 triliun nyata-nyata berasal dari keuangan negara dan yang berhasil kembali hanya sebesar 27%. Dengan angka yang saya sebutkan tadi, dapat dilihat bahwa biaya krisis 1998 membebani Anggaran Negara hingga Rp 656 triliun - sebuah angka raksasa jika dibandingkan dengan penyertaan modal sementara Lembaga Penjamin Simpanan pada Bank Century yang senilai Rp 6,7 triliun.

Keenam, pengambilan keputusan di tahun 2008 membantu kita keluar dari krisis ekonomi global. Keputusan ini membuahkan pertumbuhan ekonomi positif 4,5% di tahun 2009. Prestasi pertumbuhan ini membanggakan, karena tertinggi nomor tiga di antara negara G-20 setelah Tiongkok dan India. 

Ketujuh, dibandingkan dengan proses penegakan hukum BLBI yang masih menyisakan banyak masalah, termasuk pula perdebatan tak pernah henti terkait kebijakan release and discharge, langkah pemerintah di tahun 2008 adalah tindakan hukum yang sangat cepat. Robert Tantular dan para kroninya, pemilik Bank Century yang telah menipu nasabahnya, dengan segera diambil tindakan-tindakan tegas. Bahkan Robert Tantular telah ditahan, diadili, dan dipenjarakan. 

Saudara-saudara sebangsa dan setanah air

Perlu dicatat pula bahwa hingga saat ini, pemerintah terus bekerja keras agar penyertaan modal sementara pada Bank Century dapat segera dikembalikan, bahkan sedapat mungkin menguntungkan keuangan negara. Memang benar, ada dana keluar sebesar Rp 6,7 triliun. Namun harus diingat pula bahwa dana penyelamatan yang dikeluarkan pasti lebih kecil. 

Terhadap ini semua ke hadapan rakyat Indonesia saya pun memiliki perasaan yang tidak mudah. Perasaan saya sungguh bercampur aduk antara kemarahan dan kejengkelan terhadap Bank Century dengan bagaimana pun bank itu harus diselamatkan agar perbankan dan perekonomian kita selamat. Perasaan dan emosi kita sama: mengapa kita harus menyelamatkan sebuah bank yang tidak saja sejak awalnya dikelola secara ceroboh, namun juga dipimpin oleh orang-orang yang memang memiliki niat yang sangat jahat terhadap bank ini: menguasainya dan membawa lari uang para nasabahnya. 

Betapapun gundahnya hati kita, pada akhirnya pemerintah tentu harus menyelamatkan perekonomian Indonesia dari dampak sistemik sebagai akibat dari gagalnya sebuah bank yang bernama Bank Century. Itulah sesungguhnya esensi yang paling utama dari tindakan penyelamatan Bank Century - sebuah keputusan yang menjadi strategis sifatnya karena elemen terpentingnya terdapat pada tujuan akhirnya, yaitu menyelamatkan perekonomian Indonesia. 

Terhadap tindakan kriminal yang dilakukan oleh para pengelola Bank Century ini, sejumlah kebijakan telah diambil tindakan yang cepat dan tepat telah dilakukan. Semua aset yang dibawa lari ke luar negeri telah dibekukan. Diperkirakan nilainya triliunan Rupiah. Saya telah menginstruksikan agar seluruh pihak, termasuk Kementerian Keuangan, Kepolisian Negara Republik Indonesia dan Kejaksaan Agung terus bekerja lebih cepat dan profesional. Saya yakin lembaga negara lain yang terkait seperti Bank Indonesia, PPATK hingga KPK akan juga membantu upaya kita mengembalikan aset milik negara tersebut. 

Salah satu arti pentingnya pengembalian aset tersebut, di samping untuk mengembalikan penyertaan modal sementara Rp 6,7 triliun, juga untuk membuka peluang pembayaran kepada nasabah PT Antaboga Sekuritas. Bagaimanapun, mereka adalah rakyat Indonesia yang harus dibantu memperoleh kembali hak-haknya sesuai peraturan perundangan yang berlaku. 

Saudara-saudara sebangsa dan setanah air

Panitia Angket DPR telah menyelesaikan tugas konstitusionalnya. Kita sangat berharap bahwa semua yang diperdebatkan melalui sidang-sidangnya itu akan mendorong kita untuk terus melakukan perbaikan sistem bernegara kita, khususnya dalam menghadapi kemungkinan krisis ekonomi yang akan datang. 

Selain itu, kita juga mengetahui dengan sangat jelas bahwa terdapat perbedaan pandangan dan posisi fraksi-fraksi tentang keputusan mengenai penyelamatan Bank Century. Selain semua pihak patut menghormati pandangan dan posisi itu, saya juga berpendapat bahwa perbedaan itu tidak perlu menimbulkan kerisauan yang berlebihan.

Meskipun temuan Panitia Angket adalah kesimpulan politik, dan menurut Undang- undang Nomor 6 tahun 1954 tentang Hak Angket, temuan demikian tidak dapat dijadikan alat bukti di depan pengadilan. Kesemuanya perlu ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan yang berlaku, dengan tetap menjunjung asas-asas supremasi hukum dan keadilan. 

Namun kita pasti bersetuju bahwa manakala kebijakan penyelamatan Bank Century adalah pilihan kebijakan yang tepat dan penanggung jawab serta pengambil keputusan tersebut telah melakukannya tanpa ada benturan kepentingan ataupun niat jahat sedikitpun, termasuk suap dan korupsi, kecuali semata-mata untuk menyelamatkan perekonomian nasional, maka seharusnyalah kita tidak mempersalahkan kebijakan demikian.

Boleh jadi di masa krisis dan keadaan yang serba darurat, ketika keputusan harus diambil dengan sangat cepat, ada masalah-masalah teknis yang mungkin terlewatkan. Namun tidak berarti kebijakannya salah dan harus dipidanakan. Sangat sulit membayangkan negara kita dapat berjalan baik dan efektif, jika setiap kebijakan yang tepat justru berujung dengan pemidanaan. 

Jika pun dalam pelaksanaan kebijakan tersebut ada kesalahan dan penyimpangan sebagaimana yang ditemukan oleh Panitia Angket Bank Century, kita harus pastikan siapa yang bertanggung jawab terhadap kesalahan dan penyimpangan itu. Kita pun mesti mengetahui apakah kesalahan itu bersifat administratif atau sebuah pelanggaran hukum. Dengan demikian koreksi dan sanksinya menjadi lebih tepat dan adil. Dengan sikap yang positif, pada saatnya saya akan mempelajari apa yang disampaikan oleh DPR RI untuk tindak lanjut berikutnya. 

Perlu saya tegaskan di sini Pemerintah yang saya pimpin akan terus menjalankan pemerintahan yang bersih. Terkait dengan kasus Bank Century ini, justru kita harus menindaklanjuti secara tuntas indikasi penyimpangan dan kejahatan oleh pihak-pihak tertentu yang nyata-nyata merugikan negara. Boleh jadi, selama ini mereka berlindung dan bersembunyi di balik hiruk-pikuk politik Bank Century.

Saudara-saudara sebangsa dan setanah air

Saya mengetahui bahwa seiring dengan hasil kerja Panitia Angket ini berkembang pula ide-ide mengenai 'pemakzulan'. Saya mencermati dan mengikuti secara seksama isu itu. Saya menghargai bahwa mayoritas fraksi di DPR menolak dengan tegas kemungkinan pemakzulan itu.

Mekanisme pemakzulan memang diatur dalam UUD 1945. Tetapi kita semua paham bahwa aturan itu hanya dapat dilakukan dalam situasi yang nyata-nyata terkait dengan terlanggarnya pasal-pasal pemakzulan (impeachment articles). Sebaiknya kita sungguh memahami dan menghormati konstitusi kita dan tetap menjaga ketenangan dalam kehidupan politik kita. 

Saudara-saudara

Reformasi telah menghasilkan pengaturan yang sangat jelas mengenai pergantian kepemimpinan nasional. Mekanisme pergantiannya diatur secara tertib, yakni melalui pemilihan presiden dan wakil presiden yang dilakukan secara langsung setiap lima tahun sekali. Saya mengimbau agar kita semua menghayati semangat yang terkandung dalam
konstitusi itu dengan sportivitas yang tinggi. 

Saudara-saudara sebangsa dan setanah air

Kerja Panitia Angket telah selesai. Upaya perbaikan telah disampaikan. Pemerintah tentu akan memperhatikan dengan sangat serius masukan DPR tersebut. Kepada yang nyata-nyata bersalah dengan bukti yang tak terbantahkan, seperti pemilik dan manajemen Bank Century, langkah hukum yang tegas sebaiknya perlu terus dilakukan dan segera dituntaskan. Kepada mereka yang dalam kondisi krisis telah berjasa dalam penyelamatan perekonomian nasional kita, kita patut memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya.

Saudara-saudara

Pemerintahan yang saya pimpin akan terus memegang tanggung jawab serta mencurahkan segala upaya untuk memajukan kehidupan bangsa dan meningkatkan kesejahteraan rakyat di seluruh tanah air.

Atas tugas dan amanah yang tidak ringan itu, kami mengharapkan selalu dukungan dan doa dari seluruh rakyat Indonesia. Kami juga mengharapkan kontrol, kritik, dan masukan untuk kebaikan kita semua. Karenanya, terhadap DPR dan semua pihak yang dalam rentang kerja Panitia Angket telah berupaya mengungkap kebenaran, sekali lagi saya mengucapkan terima kasih.

Selanjutnya marilah kita semua menjunjung tinggi kehidupan demokrasi dan politik yang beretika dan berbudaya. Marilah kita jaga cara-cara beradab dalam berpolitik dan berdemokrasi. Kita harus memberikan sanksi sepantasnya kepada yang jahat serta tanpa ragu memberikan apresiasi kepada yang berprestasi. Hanya dengan terus bersikap bijak dan adil demikianlah bangsa kita mempunyai modal kuat untuk terus makin maju dan makin berjaya.

Akhirnya, setelah ini, marilah kita semua kembali berkonsentrasi untuk memikirkan kebutuhan rakyat yang sesungguhnya. Marilah kita terus meningkatkan upaya pembangunan agar rakyat dan bangsa Indonesia ke depan makin maju, adil dan sejahtera. Apa yang paling penting saat ini adalah memastikan bahwa semua program pembangunan dan peningkatan kesejahteraan rakyat terus dapat kita lanjutkan. Bagi saya sendiri, prioritas paling utama adalah menyukseskan program-program pro-rakyat, bukan isu lain seperti koalisi partai-partai politik yang mendukung pemerintah. Koalisi dibangun dengan niat baik, kesepakatan dan etika. Manakala ada permasalahan terhadap kesepakatan dan etika, selalu tersedia solusi yang tepat dan terhormat. Saat ini tidak ada yang lebih penting dari upaya memastikan bahwa selaku pemilik kedaulatan, rakyat mendapatkan tempat yang utama dalam setiap keputusan, kebijakan, dan langkah tindakan yang saya ambil.

Kita tidak boleh menyia-nyiakan waktu paling berharga yang kita miliki untuk melanjutkan pembangunan. Selama 2009, sepanjang Pemilu Legislatif dan Pilpres, banyak para pelaku usaha, dalam dan luar negeri, mengambil sikap 'melihat dan menunggu', wait and see. 

Mereka semua menunggu dengan harapan besar bahwa segera setelah pemerintahan baru hasil Pemilu terbentuk, sejumlah keputusan strategis dapat dibuat untuk melanjutkan apa yang tertunda. Sekarang adalah saatnya. Marilah kita semua memastikan bahwa ke depan kita dapat kembali berkonsentrasi pada bidang dan wilayah kerja kita masing- masing. Marilah kita lanjutkan pengabdian kita pada negeri ini, pada seluruh masa depan Indonesia yang lebih baik. 

Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, senantiasa membimbing perjalanan bangsa kita ke arah yang benar.

Wassalamu'alaikum warahmatullahiwabarakatuh

(detik/asy/ndr)

Mahfud MD dan Mario Teguh Tokoh Perubahan 2009

Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD kembali mendapat penghargaan terkait keberaniannya membuka rekaman Anggodo dalam kasus kriminalisasi pimpinan KPK. Mahfud mendapat penghargaan sebagai Tokoh Perubahan 2009. Motivator terkenal Mario Teguh juga mendapat penghargaan yang sama. 

Penghargaan Tokoh Perubahan 2009 ini diberikan oleh Harian Republika. Penganugerahan ini disampaikan bertepatan hari ulang tahun ke-17 Republika yang digelar di Bali Ballroom, Hotel Kempinski Indonesia, Jalan Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (3/3/2010) malam. 

Ada 8 tokoh yang mendapat anugerah Tokoh Perubahan 2009. Selain Mahfud MD dan Mario Teguh, Republika juga memberikan anugerah yang sama kepada Eri Sudewa (Dirut Dompet Dhuafa), I Gede Winasa (Bupati Jembrana), Tri Mumpuni (tokoh pemberdayaan masyarakat pedalaman), Toto Sugito (koordinator Bike To Work), Yohanes Surya (ilmuwan dan Fisikawan), dan Ari Kusumadewa (tokoh film). 

Kedelapan tokoh ini dianggap sebagai tokoh yang melakukan perubahan-perubahan di bidangnya masing-masing. Mahfud berperan penting dalam membuka rekaman Anggodo yang kontroversial. Mario Teguh yang baru-baru ini menghebohkan karena memberikan pernyataan bahwa perempuan merokok dan suka dugem tak perlu direncanakan untuk dinikahi, dinilai sebagai motivator dan inspirator yang luar biasa. 

Eri Sudewa dinilai berjasa dalam memelopori pengelolaan zakat, infak, dan sadaqah secara profesional. I Gede Winasa dinilai melakukan perubahan penting dengan menggratiskan biaya pendidikan dan kesehatan di Jembrana. Tri Mumpuni memiliki prestasi dalam memberdayakan masyarakat pedalaman dan membangun pembangkit listrik mikrohidro di pedalaman. 

Toto Sugito dinilai berjasa dalam menggerakkan masyarakat untuk bersepeda dan peduli lingkungan. Yohanes Surya berjasa mencetak para fisikawan. Dan Ari Kusumadewa berjasa dalam memberdayakan film-film indie. 

Acara ulang tahun ke-17 Republika dihadiri oleh Presiden ke-3 RI Prof BJ Habibie, sejumlah menteri dan para tokoh lainnya.

(detik/asy/anw)

Klik Me

Assalamu Alaikum

Salam

Agen Herbal

Ada kesalahan di dalam gadget ini

bidvert

Ainul Wafa El Hasya

Falsafah Hidup

Kalender Hijriah

Asmaul Husna

KumpulBlogger

Klik Aja Deh

Tinggal Klik

ppcm

Iklan

Klik ya

IklanQ

Klik Aja Ya

Klik Saya

Flag Counter

AdsenseCamp

Mini PPCM

Klik ya

Ada kesalahan di dalam gadget ini

English Grammar

Ada kesalahan di dalam gadget ini
 

Banner AdsCamp

KutuKutuBuku

KumpulBlogger

PageRank

Ahlan Wa Sahlan

adscamp mini

Live Traffic Map

YM Online

Klik Saya

Klik Saya

Klik Saya

Web Resmi AdsCamp

AlexaRank

Minie

Share

w3c-html

Wafa Dot Com Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template